Sejarah Masjid Al-Ikhlas

Bumi Cimahpar Asri / Bogor Raya Residence

6 Juni 2010

Peletakan Batu Pertama

Hari Minggu yang bersejarah, tonggak awal pembangunan Masjid Al-Ikhlas resmi dimulai melalui upacara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, alim ulama, pihak pengembang, serta seluruh warga RT 03 dan RT 05 Perumahan Bumi Cimahpar Asri. Momentum emosional ini menjadi simbol pemersatu swadaya warga dalam mendirikan rumah ibadah.

[Foto: Upacara Peletakan Batu Pertama oleh Pejabat, Pengurus, Sesepuh, dan Panitia]
Dukungan & Sinergi Wilayah

Kehadiran Para Pemangku Kebijakan

Acara mulia ini dihadiri secara resmi oleh Staf Ahli Walikota Bogor, Bapak Rafinus, yang juga melakukan peletakan batu secara simbolis. Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran aparatur wilayah, termasuk Sekretaris Camat Bogor Utara, Lurah Cimahpar, Ketua RW 16, serta para Ustadz setempat yang mengiringi prosesi dengan untaian doa keberkahan.

Refleksi Sejarah

Belajar dari Pengalaman Masjid Al-Muttaqien

Dalam sambutannya, Bapak Rafinus memberikan wejangan berharga mengenai manajemen pembangunan masjid. Beliau berkisah tentang pembangunan Masjid Al-Muttaqien (Indraprasta) pada tahun 2001 yang sempat mengalami stagnasi hingga tahun 2003.

"Melalui inisiatif rapat bersama 26 warga yang memiliki kemampuan lebih, kepanitiaan saat itu mengambil langkah taktis meminjam dana kebutuhan. Alhamdulillah, pada tahun 2004 masjid tersebut akhirnya berhasil rampung dan dapat digunakan untuk salat Tarawih berjamaah."

— Kisah Inspiratif Bapak Rafinus

Kisah sukses (success story) Masjid Al-Muttaqien yang dipaparkan oleh Bapak Rafinus bukan sekadar nostalgia, melainkan cetak biru strategis bagi Panitia Pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Pesan tersiratnya sangat jelas: pembangunan rumah ibadah memerlukan manajemen krisis yang adaptif, komitmen kolektif, dan keberanian mengambil keputusan di saat-saat sulit.

Bagi warga Bumi Cimahpar Asri, tanggal 6 Juni 2010 bukan hanya tentang peletakan semen dan batu pertama secara fisik. Hari itu adalah peletakan batu pertama bagi persatuan, gotong royong, dan visi masa depan demi tegaknya sebuah rumah ibadah yang mandiri dan makmur. Sejarah telah mencatat awalnya, dan masa depan berada di tangan swadaya warganya.

[Foto: Pemasangan Kubah Masjid Al-Ikhlas]
Al Ikhlas AI Assistant
🕌 Al Ikhlas AI Assistant
×

Silakan isi data diri singkat untuk memulai konsultasi jamaah secara gratis via Live Chat.

Enable Notifications OK No thanks